Monday, July 14, 2014

Cintaku Padamu



Cinta itu biru...

Ketika melihat langit luas menbentang tanpa ada saput putih awan, itulah cinta  dari langit untuk bumi. 

Cinta itu kelabu...

Ketika bumi menengadah ke atas langit karena terlalu kering, maka langit mencurahkan butir-butir hujan untuk membasahi bumi.

Cinta itu kuning...

Ketika sinar matahari tak hentinya mencurahkan cahaya setiap hari, memberikan kehidupan bagi seluruh semesta.

Cinta itu hijau...

Ketika daun-daun bergoyang tertiup angin, memberikan kehidupan pada setiap anak-anak manusia.

Cinta itu hitam...

Ketika dua bola mata yang saling memahami dan berkomitmen penuh saling bertemu, menjadikan hari-hari setelahnya sebagai kebersamaan.

Cinta itu merah...

Ketika dua bibir yang penuh kasih memagut dalam diam, tiada yang terasa selain kasih.

Cinta itu warna-warni

Ketika setiap warna melukiskan setiap perasaan yang tergoreskan dalam setiap detik, terlalu indah untuk dilukiskan dengan kata-kata, retorika tak mampu menandingi puisi yang mendayu

Cinta itu kamu

Ketika aku bertemu dirimu, ketika cintaku tak lekang bahkan setelah sekian tahun berlalu, ketika jarak tak lagi menjadi masalah di antara kita, ketika kepercayaan akhirnya dibuktikan, ketika masa lalu diutarakan, ketika kejujuran saling membuka, ketika dua hati yang mencintaiNya berjanji untuk selalu berada di jalanNya.

Maka, beginilah cintaku padamu.

Sederhana namun hebat.



5 Juni 2014, Kamis @SDN Nakawara

No comments:

Post a Comment