Monday, September 27, 2021

Memaknai Cinta (Setelah 10 Tahun Berlalu)

 

Aku membaca kisah-kisah curhatanku di tahun 2011-2012.

Wow. Ternyata aku pernah sealay itu.

Ternyata aku pernah memuja seorang cowok begitu mendalam. Menguntai kata mendayu-dayu untuk mendeskripsikan betapa aku mencintainya. Cintaku hebat. Cintaku saat itu paling maha dahsyat.

Dan baru ku sadari sekarang bahwa:

NORAK SEKALI YA TUHAN SAYANG.

Hahahaha.

Rasanya janggal sekali membaca tulisanku yang alay sekali itu. Malu. Kok bisa sih ya aku sevulgar itu memaknai cinta. BIAR APA SIH? Tentu biar dia baca terus mau pacaran sama aku lagi kan. Dasar pisces tukang halu juara nomer 1 sedunia raya. Tapi ya maaf, nggak kejadian. Hahaha, si cowok ilfeel kali ya baca tulisanku yang norak banget hahaha. Maaf, ya, Kamu!

 


Setelah hampir 10 tahun berlalu. Mencecap pahit manis kehidupan. Merasakan dicintai dan mencintai oleh orang terbaik, ternyata tak perlu gombalan untuk menikah. Menikah butuh pengertian dan komunikasi. Cinta adalah landasannya. Cinta adalah pengokoh untuk dunia bernama pernikahan. Sekaligus, cinta adalah bibit yang harus terus bertumbuh di hati. Bibit abadi. Selamanya di hati.

Mengapa?

Agar tak lupa alasan menikah.

Percayalah, menikah itu hal remeh saja bisa jadi konflik maha dahsyat. Hal remeh semacam naruh gelas kotor di meja atau dicuci langsung pun bisa jadi perang dunia ke 4. Hal remeh semacam minum teh sendirian saja bisa bikin baper: kok dia ngeteh sendiri nggak mau sama aku apa udah nggak sayang (halo, kaum overthinking!).

Cinta akan membuat hal remeh temeh itu menjadi: ah sudahlah. Banyak hal lain yang lebih penting untuk dipikirin. Ga perlu buang energi untuk itu.

Cinta menjadi dasar untuk penerimaan atas segala baik dan buruknya. Cinta menjadi penyemangat untuk tetap mau bersama meski dihadang badai dari segala penjuru. Cinta menjadi penguat kala orang ketiga, keempat, kelima, hingga kesepuluh hadir. Cinta sebagai contoh nyata pada anak-anak bahwa sebuah pernikahan harus memiliki cinta agar bisa bertahan, agar anak-anak saling mencintai.

Halah ngomongin cinta. Makan tuh cinta!

Tapi percaya deh.

Kamu mau nikah pakai cinta atau nggak itu pilihan sendiri. Jalani sendiri.

Bisa nggak menikah tanpa cinta? Bisa aja. Kan yang jalanin kamu sendiri.

Tapi bagiku sendiri, nikah nggak pakai cinta itu hambar. Mana maulah aku hidup sama orang yang nggak aku cintai dan mencintaiku. Ogah ah.

Nikah sama Lee Joon Gi mah mau banget ya, ganteng, keren, suamiable banget lah ya, mana manis banget orangnya (ini dalam kacamata seorang arifatih ya, kacamata orang mah beda-beda). Tapi, apakah bisa bertahan pernikahannya? Kayaknya sih enggak. Tapi nggak tahu sih, kan HALU hahaha.

Well, pokoknya intinya gini sih ya.

  1. Aku malu baca cerita-cerita masa laluku kala cinta-cintaan hahaha
  2. Tapi aku bersyukur sih dulu nulis karena jadi tahu ternyata aku ada proses bertumbuh ya, dari alay jadi seeperti ini.
  3. Perasaan kuat di jaman dulu memberi banyak inspirasi untuk nulis cerita lainnya.

Makasih ya, diriku di masa lalu. Sudah meluangkan untuk menulis, untuk aku di tahun 2021 ini.

Sunday, September 13, 2020

Tentang Pacaran dan Jodoh

 Aku pertama kali pacaran saat sudah kuliah.

Well, finally I can say that.

Karena dalam circle aku, pacaran itu tidak boleh. Kalau bisa ya, langsung nikah gitu. Tapi, aku punya prinsip dan sikap sendiri sih. Berdasarkan pengalaman pribadi, baca buku, pengalaman orang lain, dll, pacaran tidak buruk jika pelakunya bertanggung jawab dan memang tujuannya jelas.

Tujuanku dulu simpel aja sih: mengenal dia dan keluarganya, setuju atau tidak kalau nikah. Kalau memang setuju, ya pasti langsung ke tahap berikutnya. Jadi beneran untuk menemukan The ONE. Tidak hanya sekadar teman hang out, teman cerita, teman jalan, teman makan, dll.

Nah, kenapa saat kuliah?

Pertama, karena saat SMP dan SMA aku buluk banget. Aku jelek, item, missqueen, dan sangat tidak percaya diri. Aku merasa insecure. Meski ada sih yang suka aku (cieeeeee) tapi pada akhirnya aku membuatnya ga nyaman sehingga dia mundur. Emang kejem sih aku.

Kedua, karena aku sudah punya uang. Ya malu lah kalau aku harus minta uang untuk modal pacaran yang ga murah. Karena pacaran pasti akan mengubah banyak hal. Yang sendiri jadi berdua, yang pergi ke satu tempat jadi banyak tempat, yang ga perlu beli baju jadi beli, yang ga perlu piknik jadi piknik. Gitulah. Syukurlah, aku punya kerjaan parttime dengan gaji lumayan saat kuliah. Paling ga, aku bisa beli-beli apapun sesuka hati tanpa nodong orang tua. Asli deh, kalau kamu sudah usia 18+ dan masih minta ortu buat jajan, beli make up, atau baju, kamu harusnya malu. 

Ketiga, lebih percaya diri. Dengan memiliki penghasilan sendiri, aku bisa mulai menata diri dan penampilan, berkaca dan menumbuhkan percaya diri, merasa berani tampil, dll. Jadi, I need new challenge: mengenal laki-laki bernama cowok!

Keempat, karena semua temen cewekku punya pacar. Aku dong yang ga. Kan nyebelin ya…huhuhu. Ketika sesi curhat mereka curhat tentang cowok mereka. Aku? Cuma bisa menghalu.

Kelima, pengen segera ketemu jodoh. The real jodoh. Sementara circle aku anak kuliah, mungkin bisa dapet jodoh anak kuliahan juga.

So, begitulah akhirnya.

Tapi ya memang dasar aku tetep nggak bisa percaya diri ya. Aku kenal beberapa orang justru lewat aplikasi chatting. Inget mig33? Nah, aku ketemu banyak cowok aneh di sana. Bahkan sempet jadian yang berakhir tragis. Hahaha.

Lalu, aku bertemu dengan beberapa orang lagi di dunia nyata.

Selama 1 tahun aku ‘be the bad girl’. Beneran cari banyak temen cowok, putus nyambung beberapa kali.

Lalu, mengapa akhirnya aku berhenti?

Karena lelah.

Lelah dengan hal-hal yang pada akhirnya aku tahu tidak baik.

Lelah dengan kegagalan. Ditinggal nikah, diputusin dengan tidak jelas, dll.

Aku jadi tahu, bahwa ini bukan cara terbaik untuk menemukan jodoh.

KAPOKKK

 

Emang pengalaman itu guru terbaik sih ya.

Aku berhenti 'mencari' saat lulus kuliah. Udahlah…nggak perlu diperpanjang lagi.

Justru pengalaman buruk itu memberiku prinsip baru: Wanita itu dipilih, bukan memilih. Kita mau milih si cowok seganteng dan seperfect apapun kalau si cowok nggak suka, DIA NGGAK AKAN SUKA. Laki-laki emang sulit untuk belajar mencintai, beda dengan wanita. Wanita, awalnya nggak suka, si cowok mati-matian mengejar, membahagiakan, ngasih duit banyak, taruhan lah si cewek akan jatuh cinta. Dengan syarat, si cowok beneran membahagiakan lahir batin dengan janji sejuta bunga ya. 

Nah, makanya aku stop sampai di situ. 

Dan pemahaman baru muncul: Seorang laki-laki yang serius denganku pasti:

(1) Menerimaku apa adanya, termasuk fisik, psikis, keluarga, sikap, dll tanpa banyak TANYA.

(2) Langsung klik dan bilang  ‘THIS IS THE ONE’

(3) Semuanya lancar: orang tuaku setuju, orang tuanya setuju. Nggak ada masalah besar. LANCAAARRR aja pokoknya.


Aku pasrah.

Aku stop berhubungan dengan cowok manapun selepas lulus kuliah. Aku banyakin berdoa ajalah biar dikasih yang terbaik. Fokus dengan aku dan karir. Urusan cowok, kalau saatnya tiba pasti dia akan datang. The right man in the right time.

Long short story, tak sampai 6 bulan, seorang cowok terbaik datang. Dan BENER BANGET. Kejadiannya seriusan seperti dalam bayanganku. MULUUUUSSS banget, less drama. Meski kami akhirnya LDR selama 2 tahun, kami bisa berkomitmen dengan cara kami. Dan laki-laki ini yang kemudian nikah sama aku, 4 tahun setelah pacaran. Pacaran yang sehat dan bertanggung jawab. No drama club, no crying in the night, no kode-kode, pokoknya lancar.

Makasih lho, Mr. G, sudah MEMILIHKU.

Wednesday, September 9, 2020

Cerita Cinta Jaman SMA

Dengerin dan nonton film Moment of Eighten, entah mengapa bikin saya flashback seflashbacknya. Semuaaaaa tiba-tiba seperti di depan mata.

Mungkin karena rasanya sangat mirip banget ya, tentu saja dengan jalan cerita yang beda. Hanya saja, kisah cinta pertama yang tidak berjalan mulus memang khasnya high school.

Halo, Ardian, apa kabar?

Hahahaha

 

Aku pengen cerita.

Dulu banget, orang ini aku sebut Ardian--jelas bukan nama aslinya ya. Some people knows dialah karena aku bener-bener crush on him pada usia high school, saat OSPEK. Bayangkan, baru ospek udah nyantol satu cowok aneh tapi lucu banget. Dan, dia ternyata pinter dan jago gitar. Paket komplit banget kayak di film-film.

Jadi, aku pun tidak bisa menahan diri untuk tidak bisa tidak suka dia. Karena bagiku dia seperfect ituuuu.

Akhirnya, time flies. Aku jadi tahu bahwa dia ternyata punya inceran yang ada di beda kelas. Cuantiiikkkkk banget. Lucunya, si cantik ini naksir temen deketku yang pacaran sama temen deketku. Iya, mereka berdua pacaran dan temenan deket sama aku. Dan sejak itu, aku hanya bisa menghalu lebih banyak, hahaha. Clearly, most of puisi dan cerpen yang ditulis pada jaman itu adalah hasil menghalu tentangnya.

Lalu, tahun kedua, aku masih suka sama dia. Kalau tiap hari ketemu, emang susah untuk tidak suka. Secara kita sekelas dong ya. Dan dia ikut kelas karate bareng aku, dan aku bisa mengagumi pesonanya sambil latihan karate. Norak biar. Hahaha

Lalu, kami masuk tahun ketiga dan aku masih suka sama dia. Awet emang. Tapi...ada big thing happens. Tiba-tiba saja dia pacaran sama si cantik itu. Mereka jadian, berangkat bareng, ke kantin bareng, ngerayain ultah bareng, dll. Terpotek hati ini, gaes. Beneran...rasanya mendadak dunia mellow. Tahu tidak soundtrack hits pada jaman itu, judulnya Kejujuran Hati oleh Kerispatih. Nangis bawang bener aku denger lagu ini hahaha. Halu emang.

Kemudian, aku lulus. Maunya sih ngomong, tapi tak ada keberanian. Ya siapa sih aku dibandingin si cantik. Mereka serasi banget lho, sama-sama tinggi, sama-sama ganteng-cantik, pinter juga, keluarganya sepadan lah. Nah aku? Ya gimanaaaa ya jelasinnya. Jaman SMA kan aku dekil, item, naik sepeda, no make up, missqueen, ya gitulah. Udah ga percaya diri sama sekali.

Lalu, kami terpisah jarak, ruang, dan waktu.

Apakah endingnya sama dengan Moment of Eighteen?

Jelas tidak!

Tapi, mendengar dan menonton film itu bikin saya mengingat moment itu. Seandainya bla bla bla...Halu dimulai, hahaha.

Terakhir mendengar, kabarnya dia ada di provinsi sebelah. Masih layak dikagumi, tapi sudah nikah dengan orang lain yang jauuuuuhhh lebih segalanya dibandingkan aku. 

Makasih banyak, ya Ardian, sudah membuat masa high school ku warna-warni banget. Meski ga sebahagia ending film, paling nggak, kamu sudah jadi inspirasi untuk banyak cerpen dan puisiku pada jaman itu dan bahkan sampai saat ini. This powerfull feeling meant so much for me.



Udah ya, halu malam ini gara-gara mendengar lagu Christopher 'Moments' dan Ong Seong Wu 'Our Story'. Kedua lagu ini bikin saya mellow. Padahal jarang banget lho aku bisa suka banget sama  lagu KOREA. Terakhir suka sama lagu-lagu soundtrack 'City Hunter'.

Balik kerja lagi.

Bhay.

Tuesday, January 28, 2020

TIPS DAN TRIK SUKSES CPNS PART. 2


BACA DULU POSTINGAN SAYA SEBELUMNYA DI SINI.

Apa kabar?

Sudah melakukan usaha apa saja, wahai para pejuang NIP! Sudah belajar hingga jengah? Sudah belajar hingga ingin muntah-muntah? Sudah wiridan hingga terkantuk-kantuk? Syukurlah…berarti tips saya dilaksanakan. Medan pertempuran sudah di depan mata. Jangan sampai menyesal hanya karena: tidak sempat. Tidak sempat belajar, tidak sempat berdoa, tidak sempat ini itu, dan lainnya. Alesan aja kan sebenarnya, pembenaran untuk kalimat ‘kurang berusaha’.

Well, di postingan sebelumnya, saya sudah bahas tentang tips-tips pra ujian. Iya, tips untuk belajar, berdoa, dan usaha lainnya. Kali ini, saya akan kasih tips saat ujian. Penting banget lho hari H saat ujian itu. Mungkin bagi sebagian besar orang, saat hari H justru saat berserah diri. Tak perlu belajar, tak perlu berdoa. Cukup. Tapi kurang tepat sih. Iya, kalau sudah selesai ujian, barulah berserah diri. Selama belum diklik submit, maka kamu masih bisa mengetuk pintu langit untuk memohon keajaiban.

Yuk langsung aja kita bahas.

Wednesday, January 15, 2020

Qiqi Sekolah



Sudah sekitar seminggu ini Qiqi ikut sekolah Lubna. Ikut dalam artian masuk ke dalam kelas, mengikuti kegiatannya, dan ditinggal. Kemarin bahkan guru kelasnya, yang rumahnya berjarak 200 meter dari rumah saya, membawakan 2 set seragam sekolah dan 3 lembar formulir pendaftaran. Btw, Qiqi sudah 2 tahun 9 bulan. April mendatang, ia 3 tahun. Cukup usia lah untuk masuk ke PAUD. Well, ini hal yang baru banget buat saya, yang notabene selalu mengajar tetapi tidak pernah memposisikan sebagai orangtua dari siswa yang diajar. Ini perasaan baru yang aku belum bisa pahami.

Sekolah, Baik atau Buruk?

Saturday, November 2, 2019

TIPS DAN TRIK SUKSES CPNS

Latsar Golongan 3 Angkatan XVII 2019



















Tahun 2018 adalah tahun yang menurut saya sangat spesial. Di tahun ini saya bisa mendapatkan apa yang diidam-idamkan oleh banyak orang: status baru. Ya, tahun 2018 adalah tahun dimana saya lolos seleksi CPNS. Sekarang sih masih berstatus sebagai CPNS. Masih berusaha mendalami lebih lanjut tentang pekerjaan yang akan saya lakukan hingga 30-an tahun ke depan. Well, tulisan saya ini akan sangat panjang sekali. Jadi...akan saya bagi menjadi 2 part. Bersiaplaaaahhh (lol)

Sunday, October 13, 2019

Semu

Ingatan terbang ke masa lalu
Kotak kenangan terbuka lebar
Segala perasaan membuncah
Segala adegan berkelebat
Diantara putih dan abu-abu
Ada perasaan baru, haru, biru

Thursday, September 26, 2019

Cerita Qiqi 2

Malam ini, Qiqi masih fresh saat mau tidur. Lampu sudah temaram. Saatnya story telling sebelum tidur. Sudah lama sih kami tidak story telling. Biasanya dia langsung angler karena capek.

Gercep, saya akan cerita fabel aja. Tanpa planning ini.

I : "Di suatu hutan, tinggallah seekor harimau. Suaranya roaaarrrr."
Q: "Roaarr ada monyet juga yo..."
I : (lhah ga ada ide ada monyet)  eh iya. Ada monyet juga. Monyet mengajak harimau makan pisang."
Q: " ho oh yo, monyet makan pisang. Ayo ayo maem pisang, ayo ayo...."
Saya diam mendengarkan dia bercerita sambil mikir, ini mau cerita apa ya.
Tetiba ekspresinya berubah, "aaa ndak isaaaa."
I : " Lho, kenapa dek? Yang ga bisa apanya?"
Q : "Ade ga bisa crita." Sambil membuang muka dengan bingung dan frustasi.

Saya tak bisa menahan diri untuk tidak ketawa. Hahaha...ya ayolah cerita bareng Qi. Siapa suruh kamu cerita....

Qiqi, 2y5m

Monday, September 9, 2019

Cerita Qiqi 1

Beberapa hari ini, Qiqi punya skill baru, yaitu berkumur. Awalnya saya nggak sadar sih. Tiba-tiba aja dia kumur-kumur air ludahnya sendiri. Sok aku puja-puji seketika biar dia semangat.

Nah, dimulailah ritual baru kami dalam hal sikat gigi. Selama ini Qiqi sikat gigi sebelum tidur di kamar. Mulai malam itu, kami sikat gigi bersama di kamar mandi.

Malam ini Qiqi agak rewel, jadilah abahnya yang nyiapin perlengkapan buat gosok gigi, termasuk air buat kumur-kumur. Airnya matang ya biar kalau lupa ketelen ya nggak apa-apa.

Qiqi mulai digosok giginya.
Selesai.
Diambilin air.
Glegek glegek. Saya biarin karena kayaknya dia kehausan.

Abahnya teriak seketika, "Eh lha kui air keran!"
Seketika saya sambar gelas plastik yang sudah berkurang 3 teguk.
"Gimana sih, kan air mateng!"
"LHA NGGAK BILANG!!!"
"YA HARUSNYA TAHU DONG. QIQI LATIHAN BERKUMUR. RISIKO KETELAN GEDE!!!"
Heboh amat di dalam kamar mandi gelap bertiga. Qiqi cuma ngeliatin nggak terima airnya diambil.

Terus abahnya ngambil air mateng dong. Qiqi minum sampe habis. Saya dan abahnya nggak bisa berhenti ketawa sampai pagi.


PS. Kalau Qiqi diare atau pilek, penyebabnya sudah ketahuan. Lol

Friday, August 30, 2019

Narasi VCT Batch 5 Jateng-DIY (2)


AYO BIKIN MADING


Flyer

Sebagai pendidik, tentu tidak asing lagi dengan istilah Gerakan Literasi Sekolah atau GLS.  Gerakan ini merupakan salah satu program yang masuk dalam kurikulum 2013. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kecintaan anak-anak sekolah dalam membaca buku, majalah, dan lainnya.
Banyak kegiatan dalam pelaksanaan program GLS, salah satu yang bisa dilakukan adalah dengan pembuatan mading atau majalah dinding. Apa mading itu? Bagaimana proses pembuatannya? Dan bagaimana mengajarkan peserta didik agar bisa membuat mading?
Mari cari tahu lebih jauh tentang mading bersama kami, VCT Batch 5 Kelompok E Bantul.
Don’t miss it!

Hari, tanggal: Rabu, 13 Agustus 2019
Waktu: 18.30 - 19.30 WIB
Meeting link: http://bit.ly/vct5_Ridwanrooms
Meeting number: 570 595 401
PW: 12345

Supporting team:
Presenter: Fatiharifah, S.Pd
Moderator: Lisa Nugraheni, S.Pt
Host: Nurana Puji L., S.Pi

📘📕📗
Baca buku dapat berjuta ilmu.
Bikin mading menularkan banyak ilmu
📚📙📖


LINK VIDEO DI YOUTUBE: https://youtu.be/Q127OHRaXdI

Narasi VCT Batch 5 Jateng-DIY (1)


AYO MENULIS CERPEN


Flyer

Semua orang bisa menulis, tetapi tidak semua orang MAU menulis & meluangkan waktunya untuk menulis. Bahkan bagi sebagian besar orang, menulis menjadi momok, karena kesulitan dalam merangkai kata-kata menjadi kalimat yang indah.

Salah satu keterampilan berbahasa yang harus dikuasai pada abad 21 adalah menulis. Sebagai guru, mari kita belajar bersama tentang bagaimana kiat-kiat untuk menulis, terutama menulis Cerpen (Cerita Pendek).

Penasaran dengan kemampuan menulis kita? Yuk kita belajar bersama tentang bagimana menulis cerpen.

Don’t miss it!!!

Hari, tanggal: Sabtu, 10 Agustus 2019
Waktu: 14.30 – 15.30 WIB
Link Webex :  http://bit.ly/ViconKelE_10Agt2019
Meeting number : 574 320 574
Password : 12345
CP : Fatiharifah

Merdeka Menulis!

LINK VIDEO DI YOUTUBE: https://youtu.be/F6Q3KKVK-MI 

Tuesday, August 27, 2019

Tugas VCT Batch 5 Wilayah Jateng-DIY

Review Rumah Belajar (rumahbelajar.id)

REVIEW 1

Kontributor: Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar
Judul Buku : Air Minum yang Sehat
Penulis: Adi Sumunar
Ilustrator: Rahman Murzaman
Tahun Terbit: Cetakan 1: 2018
Jumlah Halaman: 27 halaman
Penyunting Naskah: Farika Pandji
Penyunting Ilustrasi: Grace Mailuhu
Penyunting Bahasa: Wahyu Kuncoro
Link Download Buku: KLIK DI SINI

Cover Buku

Tahukah kalian, apa itu air minum yang sehat? Jika belum tahu, kalian bisa mencarinya di buku berjudul ‘Air Minum yang Sehat’. Buku ini menceritakan tentang seekor burung kakatua bernama Momo yang mengikuti pelajaran di suatu sekolah. Momo mendengarkan Pak Guru menjelaskan tentang air minum yang sehat serta ciri-cirinya. Setelah mengetahui hal itu, Momo pun terbang mencari keberadaan air yang sehat. Momo mencari di laut dan sungai, namun tak kunjung menemukan air yang dicarinya. Mampukah Momo menemukan air yang sehat? Nah, jawabannya bisa ditemukan di buku ini, ya.

Tuesday, February 26, 2019

Kantor Baru


Hari ini adalah hari pertama aku masuk ke kantor baruku. SD ini terletak tak jauh dari rumahku.

Kenyataan bahwa aku diterima menjadi CPNS di kabupaten tempatku lahir tahun ini, membawa perubahan yang besar pada keberlangsungan masa depanku. Banyak. Banyak hal berubah. Hal yang menyenangkan maupun menyedihkan. Bahkan sampai detik ini pun aku masih tidak percaya bahwa aku sekarang berada di tempat baru, dengan orang-orang yang baru, murid-murid yang baru. WOW. Sungguh…jadi teringat keadaan waktu aku menginjakkan kaki pertama kali di Ranoramba—beberapa tahun silam.



Pemandangan Setiap Hari
Suasana SD ini sangat berbeda dari SDIT tempatku mengajar sebelumnya. Kesan klasik anak SD pada umumnya langsung terlihat. Tanpa jilbab, bersepatu, jajan makanan, naik sepeda, menjadi hal-hal yang baru bagiku. Secara, keadaan di SD swasta tentu berbeda sekali. Di SD swasta, sebagian besar siswanya diantar sehingga tidak punya parkiran sepeda, tidak diperkenankan jajan (soalnya sudah ada snack yang disediakan setiap harinya), memakai jilbab. sering bersandal, dan tampak padat. Secara, kami ada di tengah-tengah perkampungan padat penduduk.
Aku menikmati hari-hari pertamaku di sini. Banyak adaptasi yang dilakukan, baik secara fisik maupun psikis. Dari yang tiap hari bisa makan snack sepuas hati (iya, di swasta kan snacknya berlimpah, hahaha), hingga yang tidak kemasukan apa-apa dari jam 7 sampai 1 siang, hanya segelas air putih saja. 

Ku anggap itu sebagai diet saja, hahaha (*nyesek). Mengapa tidak jajan? Karena saya bukan tipe orang jajanan sih. Jadi, kita lihat saja nanti, deh. Mungkin suatu saat aku akan jajan (pada akhirnya), tapi ya itu kan nanti.
Akhirnya Punya Sekolah yang Halamannya Luas

Adaptasi lainnya adalah dengan guru-guru di sini. Kalau siswa mah dimana-mana saja. Tapi, adaptasi dengan guru adalah tantangan tersendiri. Aku jadi teringat saat mengajar di Ranoramba dulu. Butuh 2 bulan untuk adaptasi dengan semua yang ada di sana. Tapi, ya pada akhirnya aku berhasil juga sih. 


Itu dulu deh postingan pembuka untuk kali ini. Karena wifi di sekolah lanciiirrr jaya, laptop bisa diajak kerja keras, dan banyak waktu luang, ya mari kita berproduktif ria. Ciao!

Friday, October 6, 2017

Lactacyd Baby: Rahasia Kulit Si Kecil Tetap Sehat

Punya anak adalah hal yang baru bagi saya. Qiqi menjadi guru pertama saya dalam meniti kehidupan sebagai seorang Ibu, karena dia adalah anak pertama saya. Dan perjalanan saya selama ini selalu diwarnai dengan hal-hal baru, kadang menyenangkan, menyedihkan, mengejutkan, dan sebagainya. Pokoknya nano-nano banget.

Salah satu pengalaman yang mau saya sharing hari ini adalah saat Qiqi sakit iritasi kulit di pipinya. Qiqi (6m) ruam di pipi sejak usia 2 bulan. Kala itu, saya cuek bebek banget, soalnya saya pede aja mikir, “Halah, paling juga bentar lagi ilang, orang anaknya juga nggak gatelan gitu, kok.” Begitulah pikiran emak-emak muda ala saya kala itu. Dan orang-orang di sekitar juga tidak ada yang mengingatkan. Tapi, bukannya saya tidak peduli lho ya. Saya tetep berusaha nyari info, sakit apa sih Qiqi ini? Saya pun melakukan observasi khusus: sakitnya kalau terkena apa, bagaimana, dan sebagainya.

Eksim Kulit

Saturday, October 10, 2015

Mengobati Tomcat



Serangga yang satu ini benar-benar sudah bikin banyak orang tersiksa. Terhitung dalam 8 bulan terakhir ini sudah 3 kali saya kena. Pertama, bulan pertama di Wates. Saat itu kaki saya yang kena. Entah bagaimana ceritanya. Saya ngerasa nyeri-nyeri setelah keluar dari kamar mandi. Diteliti lebih jauh ternyata sudah ada kawah tomcat di betis saya. Alamak!!! Kali kedua, sama kejadiannya, dari kamar mandi pagi-pagi sekali, saya ngerasa ada yang nyeri di pelipis kanan saya. Saya ambil cermin dan menemukan satu kawah kecil gigitan tomcat. Aduh…wajah saya v.v.  Nah, kali ketiga saya kena tomcat adalah 3 hari lalu, saat saya sedang di sekolah. Di lipatan lengan atas dan bawah, tiba-tiba terasa nyeri. Kayaknya sih kenal. Soalnya, saya sudah pernah kena herpes di tempat yang sama beberapa tahun silam. Saya lihat, eh ternyata benar, si tomcat entah darimana datangnya berhasil menyengat lengan saya.

Mengingat saya sudah pernah kena herpes dan sebenarnya rasanya 11-12 dengan tomcat, ketika pertama kali saya kena tomcat, saya pun langsung mengasumsikan bahwa saya butuh lidah buaya. Baca postingan saya di sini, ya. Eh, bagaimana mungkin saya bisa mendapatkan lidah buaya kalau saya di asrama? Kalau di rumah, mah, saya bisa minta Ibuk yang nyariin. Kalau di sini? Aih, boro-boro dapat lidah buaya.

Tegar (Part. 1)



“Sudah, ini terakhir kalinya kamu bonceng aku. Aku nggak mau lagi,” kata Tegar dengan keras. Dingin, kaku, tanpa ekspresi.

Seperti yang sudah-sudah, lidahku kelu, tak bisa mengatakan apapun. Tapi, hatiku hancur. Dan sarafku merespon dengan cepat, kelenjar air mataku mengeluarkan bulir-bulir air mata yang segera memenuhi pelupuk mataku.

Aku segera berpaling dan menuju ke kamar. Ku dengar motor Tegar menderu menuju ke parkiran.
Ku buka pintu kamar dengan paksa, berusaha menenangkan debar hatiku yang tak menentu dan tangis yang sudah entah sejak kapan mengalir. Bersyukur, kedua teman sekamarku belum pulang, sehingga aku bisa leluasa menumpahkan air mataku.

Ku tutup pintu kamarku. Tangisku pecah seketika.

***

Tegar adalah kekasihku. Pacar, itu yang selalu dikatakan orang lain. Tahun ini adalah tahun keempat kami bersama. Bagiku, dia sudah lebih dari sekadar pacar. Bagiku, dia adalah calon imamku. Ganteng, cerdas, baik, sholeh, dan mampu menerimaku apa adanya. Mau menerima keluargaku yang hanya seadanya. Mau menerimaku yang tidak sempurna. Tapi, seperti yang selalu dikatakannya, ‘Bersamamu adalah melengkapi agar sempurna.’ Aku luluh.

Hubungan kami baik-baik saja, meskipun kami berstatus LDR alias luar daerah relationship. Tahun pertama pacaran, kami masih kuliah, aku di Jogja, ia di Solo. Tahun kedua dan ketiga, aku dan dia diterima bekerja di luar pulau dalam satu yayasan. Dia bekerja di Bima sementara aku di Padang. Tahun keempat, sekarang, kami terikat kontrak kuliah lagi di satu asrama yang sama. Setiap hari kami bertemu. Ah, sungguh membahagiakan bisa menatap wajahnya setiap hari, bertemu dengannya setiap hari, bercanda tawa dan mendengar senyumnya. Duhai Pangeranku, betapa sempurnanya kamu. Betapa beruntungnya aku yang sekarang ada di sampingmu.

***

Sumber
Ku tatap wajah Raisa yang tampak merah dengan lelehan air mata yang membanjir. Dia terisak sesenggukan. 

“Aku dan Mas Tegar saling sayang, Mbak,” tandas Raisa diantara isaknya.

Kalimat terakhirnya menikamku. Aku sudah mendengar dari banyak orang di asrama. Kalau Mas Tegar memang ada main dengan Raisa sejak di Bima—karena mereka memang cukup dekat di sana. Tapi aku tak menyangka mereka akan segamblang ini. Maksudku, aku dan Mas Tegar baik-baik saja selama ini. Mengapa Mas Tegar tiba-tiba memutuskanku? Untuk wanita ini? Yang sekarang menangis di hadapanku? Seolah meminta pengampunan dariku? Membenarkan setiap tindak-tanduk mereka yang sama sekali tidak berperikemanusiaan? Salah apa aku? Mengapa aku yang harus disakiti?
“Apa yang kamu harapkan, Rai?” jawabku dingin. Air mataku sudah terlalu kering. Hanya hatiku yang serasa dicabik.

“Pergilah, tinggalkan aku sendiri, untuk saat ini,” jawabku memalingkan wajahku.

Raisa masih sesenggukan. Ia telah mengaku dosa. Untuk saat ini, dia tidak ada artinya bagiku. Dia dan Mas Tegar—mereka.

Raisa keluar dari kamarku. Ku tatap fotoku dan Mas Tegar yang terpajang di meja belajarku. Foto satu bulan yang lalu ketika kami pergi ke rumahnya. Sudah beberapa kali aku menginap di rumahnya—hanya sekadar menginap saja. Ibu dan ayahnya sangat baik. Dalam frame itu, kami sangat bahagia sekali. Sungguh berbeda dengan apa yang terjadi saat ini.

Mas Tegar, dimana janji-janji yang sudah kau katakana untuk kita? Kita sudah membangun mimpi masa depan berdua. Mengapa semua gambaran itu sekarang sudah menghilang? Apa salahku?

***

“Aku sudah tidak nyaman.”
“Salah apa aku, Mas?”
“Aku sudah tidak nyaman. Aku sudah menemukan orang lain. Berhenti menghubungiku. Kita sudah tidak ada apa-apa lagi.”

SMS terakhirnya mencabik hatiku. Ku matikan ponselku. Kedua teman sekamarku sudah tidur. Aku tak bisa tidur. Pikiranku melanglang. Lelah berpikir, aku tertidur.

***

“Uwis, Nduk. Iki artine kowe lagi diuji. Sesuk bakal nemu sek luweh apik timbang wonge. Sek penting ikhlas,” ujar Ibuk. Matanya berkaca-kaca. (Arti: Sudahlah, Nak. Ini artinya kamu sedang diuji. Kelak, kamu akan menemukan orang yang lebih baik dari dia. Yang penting ikhlas).

Rasa sakit hatiku karena diputus Mas Tegar seolah tidak ada bandingannya dibandingkan rasa sakit hatiku mendengar ketegaran ibukku. Beliau sudah terlanjur menaruh banyak harapan pada Mas Tegar, bahwa ia yang akan mempersuntingku. Sekarang, semuanya tak berarti apapun lagi.

Aku hanya menangis sesenggukan.

***

Bersambung.
 
*) Terinspirasi oleh kisah masa silam dan kisah masa kini. Dari berbagai kisah-kisah orang lain. Semoga bisa belajar dari kisah-kisah ini.

Sunday, June 28, 2015

The Vow...Janji...



“I vow to help you love life, to always hold you with tenderness, to have the patience that love demands, to speak when words are needed, and to share the silence when they are not, to agree to disagree about red velvet cake, to live within the warmth of your heart, and always call it home”
“ I vow to fiercely love you in all your forms, now and forever. I promise to never forget that this is a once in a lifetime love. I vow to love you. And no matter what challenges might carry us apart, we will always find a way back to each other” 

*kutipan janji Paige dan Leo dalam The Vow, film romance yang bikin melting...

Friday, June 12, 2015

Jadikan Museum Menarik


Jogja memiliki banyak museum. Namun sayangnya, tak banyak masyarakat yang mengetahuinya. Padahal, tak sedikit museum yang memiliki koleksi menarik. Sayang sebenarnya, ketika museum-museum tersebut tidak dikunjungi. Museum sebenarnya bisa menjadi destinasi wisata yang menarik apabila dilakukan beberapa perombakan. 

Museum Monumen Jogja Kembali (Sumber Gambar)

Pertama, ketersediaan informasi yang benar dan jelas. Selama ini, akses untuk mendapatkan informasi museum di Jogja sangat sulit. Maka, museum di Jogja perlu memberikan satu portal khusus untuk mengakses semua yang berhubungan dengan museum di Jogja. Satu layanan terpadu akan memungkinkan semua pengunjung mendapatkan informasi secara valid dan mudah.

Kedua, buat tagline yang menarik. Tagline menjadi salah satu hal yang penting dalam sebuah pemasaran—dalam hal ini, kita memasarkan museum. Jadi, tak ada salahnya membuat tagline yang menarik agar masyarakat mau mengunjungi museum, bukan? Pilihlah tagline yang komunikatif, segar ide, dan mencerminkan tentang museum itu sendiri.

Ketiga, membuat program yang menarik. Buat program secara berkala, misalnya paket tour ke beberapa museum, tiket terusan untuk beberapa museum sekaligus, paket tour siswa sekolah, aneka lomba, dan sebagainya. Dengan program yang menarik, museum di Jogja akan lebih dilirik oleh masyarakat.

Perombakan tersebut diharapkan mampu menarik animo masyarakat untuk berkunjung ke museum. Dengan begitu, museum pun bisa menjadi destinasi wisata yang menarik untuk dikunjungi. (Fatih)

*) Tulisan ini diikutkan dalam lomba menulis @Museum_Jogja #MuseumDay