Showing posts with label pantai bantul. Show all posts
Showing posts with label pantai bantul. Show all posts

Sunday, February 19, 2012

Pandansari (Patehan) Beach and Goa Cemara Beach

The beaches along the southern Java, Indonesia, is interesting to be visited. For jogja area, try to enjoy the scenery on the coast of Gunung Kidul (such as Baron, Krakal, Kukup, Wedi Ombo, Ngobaran, etc.), or the beach in Bantul (such as Parang Tritis, Depok, Samas, Pandansimo), or on the Kulon Progo such as Glagah Indah, Trisik, and Bugel. Each beach has its own attraction to visit. For example, beaches in the area south are generally more rugged mountains and have the white sand. While the beaches in Bantul more ramps, and beaches in the west Progo are richer fish than the other places.
Well, today I will discuss on a beach in Bantul area which still virgin and not yet widely known by the public, the Patehan Beach (Pandansari) and Goa Cemara Beach.
Goa Cemara and Patehan Beach are located in the district Sanden, Bantul, Yogyakarta. If you ever visit the south coast of Bantul, you will know that there are many other beaches besides Parangtritis and Depok. So, if we drawn from east to west, there are beaches such as Parangtritis, Depok, Samas, Patehan, Goa Cemara, Kwaru (Kuwaru), Pantai Baru, and Pandansimo.
Goa beach Pines
Goa beach pine located in the district Sanden, Bantul, exactly between Patehan and Kuwaru. This place is special, because if we want to reach the beach area, we must enter the pine trees that form a natural cave. So it seems like, there are beach that covers by a cave. It looks exotic and beautiful. Facilities at this beach is guaranteed by the well, such as toilets, food court, swimming pool, a place of worship, etc.
To reach there, you can pass the path to Srandakan (toward Kuwaru Beach and Pandansimo). From there, you veer toward kuwaru. Prior to kuwaru, there is a T-junction, you turn left, follow the road, then turn right. From there, a lot of signpost to the Goa Cemara's way.
Patehan Beach or Pandansari
This beach is located near the Goa Cemara Beach, about 1 km to the east. So the atmosphere was not much different. Only, there is no cave pine in there, but just a beach. Its uniqueness is there is a lighthouse on the coast, about 300 meters from the beach. Is it lighthouse can be used? I also do not know. Rather, the visitors can go up to the lighthouse when allowed. Unfortunately the facilities at this beach is still minimal. There is not any facilities on offer, just a parking lot.
How to reach to patehan is by the same route to the Goa Cemara Beach. There are many road signs that direct you to reach into patehan.
well, i hope its usefull ad you can enjoy your vacation. have a nice trip.
*sorry the picture is being edited ^^

Skripsi: Antara Doa, Usaha, dan Peluang

yah...akhirnya saya membuat postingan yang bertema skripsi. bayangin deh ya, sudah beberapa bulan saya ngerjainnya, tapi baru sekarang saya menulis postingan ini. ya makhlum deh, baru hari-hari ini berada dalam semangat mengerjakan skripsi. kemaren-kemaren kan ada tanggungan lainnya, such as naskah kerjaan, ngerjain tugas kampus, ujian kampus, ngeles, dsb. tapi ya bukan berarti semuanya itu udah selesai juga. masih banyak kerjaan, dan pekerjaan besarnya, the big project is my skripsi.

Skripsi oh Skripsi
Skripsi oh Skripsi
atmosfer skripsi memang belum terlalu terlihat di kelas saya, mungkin karena kelas saya termasuk orang-orang perfeksionis yang ngerjain semuanya satu-satu, jadi kalau ujian ya ujian, tugas ya tugas, liburan ya liburan, skripsi ya skripsi. jadi dikerjainnya bertahap, ga borongan. ga kayak kelas lain tu, udah ada yang penelitian...bikin gregetan aja... *tepok jidat sebelah*
setelah banyak sharing, pengungkapan, dan diskusi dengan beberapa teman yang sudah selesai ngerjain skrispi, ada beberpa hal yang menjadi warna dalam perjalanan skripsi. setelah saya pilah-pilah, ketiga hal itu adalah doa, usaha, dan peluang.
Doa
doa adalah faktor penting dalam keberhasilan seseorang (makaya tak bahas paling awal). emang sih faktor ini absurd dan di luar kuasa manusia, tapi percaya deh, semua hal yang tidak dilakukan dengan iringan doa, hasilnya tidak sebaik bahkan lebih buruk dibandingkan dengan adanya iringan doa. sebagai contoh nih, saya memiliki otak pas-pasan. tapi, karena setiap hari saya didoakan ibuk saya (thank mom, love u sooooo much), makanya saya bisa mendapatkan apapun juga, such as kemudahan dalam segala hal, rejeki, dsb. tapi ga selalu harus orangtua, orang lain pun sebisa mungkin juga ikut mendoakan. dan yang terutama, doakan diri sendiri juga. sholat, dzikir, banyakin sedekah, banyakin doain pembimbing dan orang-orang yang terlibat langsung dengan kesuksesan skripsi, dsb...pokoknya, banyak-banyak inget sama Allah swt. deh ^^
Usaha
doa tanpa usaha sama buruknya sebuah usaha tanpa doa. keduanya saling terkait erat. misalnya kita sudah capek doa sampe berbusa dan nangis-nangis semalaman, pasti tetap nggak ada artinya tanpa ada usaha dan aksi yang mengikutinya. jadi, usaha juga tetap harus dilakukan. usaha skripsi, pastinya ya rajin-rajin aja cari bahan, ke perpus, nemui dosen pembimbing, cari informasi dari teman, atau kakak angkatan tentang tips-tips tertentu menghadapi dosen pembimbing, bagaimana prosedur ini itu, sebisa mungkin berusahalah. seberpaa besar usaha yang kamu lakukan? itu tergantung dari kemampuan kamu. jadi, kamu juga harus paham batas kemampuan kamu. jangan sampai begadang tiap malem buat menghitung data, tapi hasilnya badan malah drop. sebaiknya, usaha yang kamu lakukan juga sesuai kapasitas yang kamu miliki.
Peluang
doa dan usaha adalah faktor yang dominan. tapi, faktor peluang juga harus kamu dapatkan. karena peluang akan memberimu kesempatan untuk mengerjakan skripsi dengan lebih mudah. misalnya begini, ada seorang teman saya, sebut saja A dan B. A membuat judul skripsi bertema pendidikan olahraga. sebelumnya ia sudah tahu kalau jumlah dosen di fakultas yang sesuai dengan bidangnya hanya sedikit, ditambah lagi dosen pendidikan olahraga umumnya lebih enak. berbeda dengan B, ia menyukai matematika dan melakukan penelitian pada pembelajarn itu. tapi, dosen matematika semuanya killer. Nah, jika kita bandingkan, besar kemungkinan A akan lulus lebih cepat dibandingkan dengan B. dengan asumsi, dosen A lebih enak, proposal cepat, ujian lancar, apalagi nilai bagus. sedangkan B, pastia akn dipersulit, meski dia paham materi matematika. jadi, peluang di sini sangat penting sekali. dimana kamu bisa dapetin peluang itu?  kamu bisa mendapatkannya dari kejaidan-kejadian tertentu yang bahkan tidak kamu sada. yang penting adalah kamu harus jeli.
well, mungkin postingan saya kali ini membantu kamu dalam mengerjakan skripsi atau tugas akhir, tapi mungkin saja tidak. yang jelas, inti dari skripsi hanyalah satu: KERJAKAN. karena ketika kamu kerjakan, pasti akan segera selsai, tapi kalau dikerjakan pun tidak, maka cuma akan tergolek tanpa selesai-selesai.
(secara tidak langsung mengatakan pada diri sendiri, wkwkw...*tepok jidat sebelah*)

Saturday, February 18, 2012

Pantai Baru, Satu Lagi Pesona Pantai di Bantul

Setelah menjelajah di Pantai Parangtritis, Pantai Depok, Pantai Patehan (Pandansari), Pantai Goa Cemara, Pantai Kuwaru, dsb...daerah Bantul masih memiliki berbagai pantai menari yang tidak kalah 'indah' untuk dikunjungi...dan kemaren saya berkesempatan untuk menjelajah di Pantai Baru, Srandakan.
Jejeran Perahu di Bibir Pantai Baru
Jejeran Perahu di Bibir Pantai Baru
Namanya memang pantai Baru, dan memang pantai ini tergolong 'baru' dan mulai dikenal dalam beberapa bulan terakhir ini. Mungkin anda yang suka melakukan wisata pantai dan menjelajah di pantai daerah Sradakan, pernah mendengar atau bahkan menjambangi pantai Pandansimo. Nah, pantai Baru terletak sekitar 500 meter ke arah timur dari pantai itu.
Pantai Baru menawarkan pesona yang tak kalah dibandingkan pantai-pantai lainnya yang ada di Bantul. Jalan yang lurus dan lapang mempermudah akses ke tempat ini.Perjalanan dari pusat kota Bantul bisa ditempuh dalam waktu sekitar 30 menit.
Setelah perjalanan agak jauh, teryata sudah ada TPR di sana (tempat pembayaran retribusi). Untuk tiap motor (dengan 2 penumpang) dikenai biaya 5ribu. Tiket itu pun ternyata tiket terusan, karena kita bisa langsung menuju pantai Kuwaru setelah puas ke Pantai Baru.
Begitu tiba di Pantai Baru, saya langsung disambut dengan deretan warung penjual ikan. Warung-warung itu berjejer rapi, agak jauh dari bibir pantai. Saya (lagi-lagi) dicegat mas-mas, ternyata tukang parkir. Ternyata tempat parkirnya agak jauh dari pantai, sekitar 400 meter. Tapi motor itupun bisa diparkir sesuka kita asalkan masih ada di area pantai, jadi kami memarkirnya di dekat sebuah warung makan.
Setelah deretan warung, saya perlu berjalan sekitar 100 meter melewati rimbunan pohon cemara, baru dapat menikmati keindahan pantai Baru. Sayangnya, pantai ini landai di beberapa tempat, sehingga harus ekstra hati-hati kalau mau bermain air. Namun jika tidak mau bermain air, pemandangan yang ditawarkan sungguh elok. Banyak perahu yang berjejer di bibir pantai, sehingga menambah keindahan tersendiri.
Saya dan teman-teman memutuskan untuk duduk di dekat kapal, jadi tidak terlalu panas (hari itu panas sekali). Hari itu pantai lumayan ramai, ada beberapa anak SD yang bersepeda ria, sekelompok pasangan muda-mudi, suami-istri, keluarga besar, dsb.
Setelah puas melihat pemandangan, bermain air, berfoto ria, dan matahari yang semakin tinggi dan cuaca panas, saya dan teman-teman pun mmeutuskan untuk mengakhiri perjalanan kami.
Fasilitas:
Pemandangan Pantai Baru
Pemandangan Pantai Baru
  • toilet
  • mushola
  • pendopo
  • warung makan
  • aneka penjual ikan segar
Ingat ini!
  • Hati-hati saat bermain air, karena ombaknya besar.
  • Kunci kendaraan bila diparkir di area pantai (yang tidak ada penjaganya)
Tiket:
  • masuk: 5rb/motor (2 orang) = terusan ke pantai Kuwaru
  • parkir: 2rb/motor
Bagaimana Menuju ke Sana?
tak perlu bingung untuk menuju ke Pantai Baru. Anda hanya perlu menuju ke Jalan Srandakan. Jalan Srandakan adalah jalan menuju kulon progo (arah jembatan kulon progo). Begitu tiba di bundaran srandakan (sebelum jembatan), belok ke kiri arah pantai Srandakan. Tak perlu bingung, karena sudah banyak rambu penunjuk jalan. Ikuti saja arah jalan hingga sampai di pertigaan. Bila ke kiri ke arah Pantai Kuwaru, bila ke kanan ke arah pantai Baru. Anda tinggal belok kanan, dan mengikuti jalan itu. Tak sampai 5 menit, anda akan menjumpai TPR Pantai Baru dan Pandansimo.